Top 5 BUMN dengan Pendapatan Tertinggi, Siapa Punya Komisaris Terbanyak?
Prabowo menekankan perlunya pengurangan jumlah komisaris BUMN menjadi maksimal enam orang. Selain itu, komisaris tidak berhak menerima tantiem jika rugi.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih menghadapi banyak persoalan dalam pengelolaannya. Salah satu isu utama adalah jumlah komisaris yang dianggap berlebihan.
Dalam penyampaian RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Sidang Paripurna DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8), Prabowo menegaskan telah menugaskan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk memperbaiki kinerja BUMN.
“Perusahaan rugi, komisarisnya banyak sekali. Saya akan potong setengah jumlah komisaris, paling banyak enam orang, kalau bisa cukup empat atau lima. Dan saya hilangkan tantiem,” tegas Prabowo.
Ia juga menyoroti praktik pemberian tantiem yang dinilai tidak wajar. Menurutnya, ada komisaris yang hanya mengikuti rapat sekali dalam sebulan namun tetap menerima tantiem hingga Rp40 miliar per tahun.
Kondisi ini, kata Prabowo, sangat tidak pantas, apalagi jika perusahaan yang diawasi mengalami kerugian.
Prabowo menegaskan, baik direksi maupun komisaris tidak berhak menerima tantiem apabila kinerja perusahaan BUMN merugi.
“Kalau tidak setuju dengan kebijakan ini, lebih baik mundur,” ujarnya.
Berikut adalah daftar BUMN yang memiliki pendapatan dan laba terbesar
Mencermati pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo, mengutip Liputan6.com, Berdasarkan laporan terbaru dari Fortune Indonesia, berikut adalah lima BUMN yang mencatatkan laba terbesar:
Bank Rakyat Indonesia: Rp 60,15 triliun
Bank Mandiri: Rp 55,78 triliun
Pertamina: Rp 50,52 triliun
MIND ID: Rp 36,53 triliun
Telkom Indonesia: Rp 23,65 triliun.
Dalam laporan yang sama, terdapat juga informasi mengenai lima BUMN dengan pendapatan terbesar, yaitu:
Pertamina: Rp 1.217 triliun
PLN: Rp 545 triliun
BRI: Rp 275 triliun
Bank Mandiri: Rp 207 triliun
Telkom Indonesia: Rp 150 triliun.
Sekarang, mari analisis jumlah komisaris yang ada di masing-masing BUMN tersebut.
Pertamina
Daftar nama-nama yang terlibat dalam struktur komisaris perusahaan menunjukkan komposisi yang beragam.
Di posisi Komisaris Utama dan Independen terdapat Mochammad Iriawan, yang diikuti oleh Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama.
Selain itu, ada tiga Komisaris Independen yang bertugas, yaitu Condro Kirono, Raden Ajeng Sondaryani, dan Nanik S. Deyang. Sementara itu, dua Komisaris lainnya adalah Bambang Suswantono dan Heru Pambudi.
Dengan adanya berbagai latar belakang dan keahlian, diharapkan struktur ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan.
Komisaris Utama & Independen: Mochammad Iriawan
Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
Komisaris Independen: Condro Kirono
Komisaris Independen: Raden Ajeng Sondaryani
Komisaris Independen: Nanik S. Deyang
Komisaris: Bambang Suswantono
Komisaris: Heru Pambudi
PLN
Dalam struktur kepengurusan perusahaan, terdapat beberapa posisi penting yang diisi oleh individu-individu yang berkompeten.
Di antara mereka, Burhanuddin Abdullah menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, memberikan arahan strategis untuk perusahaan.
Suahasil Nazara berperan sebagai Wakil Komisaris Utama, mendukung tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Komisaris Utama.
Selanjutnya, ada Aminuddin Ma'ruf, Dadan Kusdiana, dan Jisman Parada Hutajulu yang masing-masing menjabat sebagai Komisaris.
Mereka bertugas untuk memastikan bahwa kebijakan perusahaan dijalankan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Selain itu, Bambang Eko Suhariyanto juga mengisi posisi Komisaris, berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam jajaran komisaris independen, terdapat Yazid Fanani dan Mutanto Juwono, yang bertugas untuk memberikan perspektif objektif dalam pengawasan perusahaan.
Andi Arief dan Ali Masykur Musa juga menjabat sebagai Komisaris Independen, memastikan bahwa kepentingan pemegang saham dan stakeholder lainnya diperhatikan.
Dengan adanya berbagai latar belakang dan pengalaman dari masing-masing komisaris, diharapkan perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
BRI
Daftar anggota dewan komisaris perusahaan mencakup beberapa nama penting. Di antaranya adalah Kartika Wirjoatmodjo yang menjabat sebagai Komisaris Utama/Independen. Selanjutnya, Parman Nataatmadja berfungsi sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen.
Selain itu, terdapat Awan Nurmawan Nuh dan Helvi Yuni Moraza yang masing-masing menjabat sebagai Komisaris. Untuk posisi Komisaris Independen, ada Edi Susianto dan Lukmanul Hakim.
Dengan susunan ini, perusahaan diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Komisaris Utama/Independen: Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Independen: Parman Nataatmadja
Komisaris: Awan Nurmawan Nuh
Komisaris: Helvi Yuni Moraza
Komisaris Independen: Edi Susianto
Komisaris Independen: Lukmanul Hakim
Bank Mandiri
Daftar anggota dewan komisaris perusahaan mencakup beberapa nama penting. Di antara mereka, Komisaris Utama/Independen dijabat oleh Kuswiyoto, sedangkan Wakil Komisaris Utama/Independen diisi oleh Zainudin Amali.
Selain itu, terdapat Komisaris yang terdiri dari Muhammad Yusuf Ateh, Luky Alfirman, dan Yuliot. Untuk menambah keberagaman, ada pula Komisaris Independen yang terdiri dari Mia Amiati dan Zulkifli Zaini.
Keberadaan dewan komisaris yang beragam ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda, mereka diharapkan mampu memberikan arahan yang tepat.
Komisaris Utama/Independen menjadi sosok kunci dalam pengambilan keputusan strategis, sementara Wakil Komisaris Utama/Independen berfungsi untuk mendukung dan menggantikan tugasnya saat diperlukan.
Dengan adanya Komisaris Independen, perusahaan dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil tetap berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Telkom Indonesia
Daftar anggota komisaris perusahaan ini mencakup berbagai nama penting yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing.
Di antara mereka, Angga Raka Prabowo menjabat sebagai Komisaris Utama, sedangkan Ossy Dermawan, Ismail, Rionald Silaban, dan Silmy Karim berperan sebagai komisaris.
Selain itu, terdapat juga komisaris independen yang terdiri dari Yohanes Surya, Deswandhy Agusman, dan Rizal Mallarangeng, yang diharapkan dapat memberikan perspektif objektif dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
Komisaris: Ossy Dermawan
Komisaris: Ismail
Komisaris: Rionald Silaban
Komisaris: Silmy Karim
Komisaris Independen: Yohanes Surya
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
Komisaris Independen: Rizal Mallarangeng
Kehadiran para komisaris ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan perusahaan. Dengan latar belakang yang beragam, mereka diharapkan mampu menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada di pasar.
"Komisaris independen memiliki peranan penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan yang diambil oleh manajemen," ungkap seorang analis industri.
MIND ID
Daftar anggota dewan komisaris perusahaan mencakup sejumlah nama terkemuka. Di antaranya adalah Fuad Bawazier yang menjabat sebagai Komisaris Utama.
Selain itu, terdapat Astera Primanto Bhakti, Tri Winarno, dan Muhammad Fadil Imran yang masing-masing menjabat sebagai Komisaris.
Untuk posisi Komisaris Independen, perusahaan juga mengangkat Grace Natalie, Carmelita Hartoto, dan Nugroho Widyotomo.
Komisaris Utama: Fuad Bawazier
Komisaris: Astera Primanto Bhakti
Komisaris: Tri Winarno
Komisaris: Muhammad Fadil Imran
Komisaris Independen: Grace Natalie
Komisaris Independen: Carmelita Hartoto
Komisaris Independen: Nugroho Widyotomo
Keberadaan anggota dewan komisaris yang kompeten sangat penting untuk mengawasi jalannya perusahaan.
Mereka bertanggung jawab dalam mengambil keputusan strategis dan memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan adanya kombinasi pengalaman dan keahlian dari masing-masing komisaris, diharapkan perusahaan dapat mencapai kinerja yang optimal dan berkelanjutan.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!