Netanyahu Dilaporkan Sedang Lobi Negara Ini untuk Terima Warga Palestina dari Gaza
Netanyahu sebelumnya mengatakan dia ingin mewujudkan visi Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan warga Gaza.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Sudan Selatan mengenai pengusiran warga Palestina dari Gaza.
Netanyahu sebelumnya mengatakan ia ingin mewujudkan visi Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan sebagian besar penduduk Gaza melalui apa yang ia sebut sebagai “migrasi sukarela.”
Dilansir the Independent, Rabu (13/8), setidaknya enam orang yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel sedang berdiskusi dengan pihak berwenang di negara Afrika bagian utara yang dilanda perang tersebut.
Tidak jelas sejauh mana pembicaraan itu telah berlangsung, tetapi rencana ini, jika berhasil, akan memindahkan orang dari satu wilayah yang dilanda perang ke wilayah lain yang juga dilanda perang.
Hubungan erat dengan Israel
Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia secara luas menolak proposal Israel untuk memindahkan penduduk Gaza dari tanah air mereka, yang dinilai melanggar hukum internasional. Israel dilaporkan juga telah mengajukan proposal pemukiman kembali serupa dengan negara-negara Afrika lainnya, termasuk Somalia, Mesir, dan bahkan Indonesia di Asia Tenggara.
“Saya pikir hal yang benar untuk dilakukan, bahkan menurut hukum perang sebagaimana saya memahaminya, adalah membiarkan penduduk pergi, lalu Anda masuk dengan sekuat tenaga melawan musuh yang tersisa di sana,” kata Netanyahu kepada stasiun televisi Israel i24.
Bagi Sudan Selatan, kesepakatan semacam itu dapat membantu membangun hubungan yang lebih erat dengan Israel. Hal ini juga berpotensi menjadi jalan masuk menuju Trump, yang pada Februari lalu sempat mengusulkan ide memukimkan penduduk Gaza, namun tampaknya mundur dalam beberapa bulan terakhir.
Kementerian Luar Negeri Israel menolak berkomentar, dan Menteri Luar Negeri Sudan Selatan tidak menanggapi pertanyaan Associated Press (AP). Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya tidak mengomentari percakapan diplomatik pribadi.
Serangan udara dan darat Israel yang telah berlangsung selama 22 bulan itu telah membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi, menghancurkan wilayah secara luas, dan mendorong daerah itu menuju kelaparan. Menurut kementerian kesehatan Gaza, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 61.600 warga Palestina.
Joe Szlavik, pendiri sebuah firma lobi AS yang bekerja sama dengan Sudan Selatan, mengatakan ia mendapat informasi dari pejabat Sudan Selatan mengenai pembicaraan tersebut. Ia mengatakan kepada AP bahwa delegasi Israel berencana mengunjungi negara itu untuk melihat kemungkinan mendirikan kamp bagi warga Palestina di sana.
Edmund Yakani, yang memimpin kelompok masyarakat sipil Sudan Selatan, mengatakan ia juga telah berbicara dengan pejabat Sudan Selatan mengenai pembicaraan itu. Upaya untuk memindahkan warga Palestina ke Afrika Utara dilaporkan telah berlangsung selama berbulan-bulan, menurut pejabat Mesir.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!