Kisah Steve Jobs Dikudeta dan Disingkirkan Orang yang Direkrutnya Sendiri
Kisah ini menjadi legenda orang-orang industri teknologi di dunia. Betapa sakit hatinya Steve Jobs digulingkan dan disingkirkan dari Apple.
1985 adalah tahun buruk yang tak pernah dipikirkan Steve Jobs. Sebuah momen paling pahit menghampiri hidupnya. Ia dikudeta dan disingkirkan dari Apple.
Bayangkan saja, di usia 30 tahun, ia harus didepak dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, Apple. Di satu sisi, api semangatnya sedang berkobar membangun perusahaan dengan segala inovasi produknya.
Mengutip Business Insider, Jumat (22/8), digulingkannya itu bukan karena produknya gagal total, melainkan karena kalah dalam perebutan kekuasaan dengan CEO yang justru ia rekrut sendiri.
Siapa Dia?
Dua tahun sebelumnya, Jobs sukses membujuk bos PepsiCo, John Sculley, agar bergabung dengan Apple. Ada satu kalimat yang terkenal ketika Jobs menawarkan Sculley hijrah ke Apple.
“Apakah kamu ingin menjual air gula seumur hidup, atau ikut bersamaku mengubah dunia?" ujar Jobs dikutip Smithsonian Magazine.
Sculley pun mau. Awalnya, keduanya seperti pasangan ideal. Jobs sang visioner, Sculley sang eksekutif berpengalaman. Tapi ketika Macintosh diluncurkan pada 1984, hubungan itu mulai retak.
Jobs memang dipuji banyak orang karena idenya, tapi inovasinya itu jauh dari harapan penjualan. Sculley meminta Jobs untuk realistis. Cari untung. Namun sahabat Bill Gates ini tetap memaksa Apple untuk terus berinovasi meski rugi.
Kudeta Berbalik Arah
Merasa idenya terhambat, Jobs merencanakan langkah nekat menggulingkan Sculley. Ia mendekati para manajer, mencoba menggalang dukungan. Ia begitu yakin dewan direksi akan berpihak padanya.
Tapi sayangnya Sculley lebih dulu bergerak. Ia memanggil rapat darurat. Di ruang rapat itu, Jobs dan Sculley beradu argumen. Jobs bicara tentang masa depan, Sculley bicara soal stabilitas.
Dalam buku Steve Jobs (2011) yang ditulis Walter Isaacson, ketika dewan harus memilih, mereka berdiri di belakang Sculley. Alasannya sederhana; Jobs memang jenius, tapi keras kepala, emosional, dan sulit diajak bekerja sama. Itulah mengapa dewan direksi sepakat untuk tidak memihaknya.
Hari Jobs Jatuh
Saat dewan direksi memilih Sculley, Jobs hanya bisa pasrah. Ia merasa betapa Macintosh adalah produk yang ia rawat sejak lahir, tiba-tiba dirampas dari tangannya.
Buatnya ini tidak mudah. Macintosh bukan sekadar komputer, tapi layaknya anak kandung. Maka wajar bila ia marah, malu, dan sakit hati.
Beberapa bulan kemudian, pada 17 September 1985, Jobs resmi keluar dari Apple. Surat pengunduran dirinya bahkan dimuat di koran New York Times. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya 2005, Jobs mengenang peristiwa itu dalam sebuah pidato di Stanford University.
“Saya dipecat dari Apple pada usia 30. Bagaimana mungkin kamu dipecat dari perusahaan yang kamu dirikan? Tapi begitulah yang terjadi," ungkap dia.
Jalan Baru
Meski terasa seperti akhir dunia, pemecatan itu justru membuka jalan baru. Jobs mendirikan perusahaan komputer bernama NeXT.
Setelah itu ia membeli divisi animasi kecil milik Lucasfilm yang kelak menjadi Pixar. Mengutip The Indian Express, dari Pixar lahirlah film Toy Story yang sukses besar.
Ironisnya, Apple yang dulu menyingkirkannya justru mengakuisisi NeXT pada 1997. Jobs pun kembali sebagai penyelamat dan melahirkan produk-produk legendaris seperti iMac, iPod, iPhone, hingga iPad.
Kisah 1985 itu kini jadi legenda. Steve Jobs memang sempat jatuh, tapi justru dari itulah ia bangkit lebih kuat.
Namun terlepas itu, keputusan dewan direksi memihak Sculley tepat. Apple dari kondisi hampir bangkrut pada awal 1980-an, kemudian pendapatannya melonjak dari USD800 juta menjadi USD8 miliar pada 1993.
FAQ tentang Kisah Kudeta Steve Jobs di Apple
1. Kapan Steve Jobs dikeluarkan dari Apple?
Steve Jobs resmi keluar dari Apple pada 17 September 1985, setelah kalah dalam perebutan kekuasaan dengan CEO John Sculley dan kehilangan dukungan dewan direksi.
2. Mengapa Steve Jobs bisa tersingkir dari Apple?
Jobs dianggap terlalu keras kepala, emosional, dan sulit diajak kompromi. Meski jenius, ia kalah dalam “kudeta” internal ketika dewan memilih mendukung John Sculley yang lebih fokus pada stabilitas bisnis dan keuntungan.
3. Siapa John Sculley dan bagaimana ia bisa bergabung dengan Apple?
John Sculley adalah mantan CEO PepsiCo. Ia direkrut langsung oleh Steve Jobs pada 1983 dengan kalimat terkenal: “Apakah kamu ingin menjual air gula seumur hidup, atau ikut bersamaku mengubah dunia?”
4. Apa yang dilakukan Steve Jobs setelah keluar dari Apple?
Jobs mendirikan NeXT Inc., perusahaan komputer workstation, dan membeli divisi animasi Lucasfilm yang kelak menjadi Pixar. Pixar kemudian melahirkan film animasi sukses Toy Story (1995).
5. Bagaimana Steve Jobs bisa kembali ke Apple?
Pada 1997, Apple yang tengah krisis mengakuisisi NeXT. Dari akuisisi itu, Jobs kembali ke Apple, kemudian meluncurkan produk ikonik seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPad, yang menyelamatkan dan membesarkan Apple hingga menjadi raksasa teknologi dunia.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!