Kisah Pendiri Hyundai, Anak Petani yang Berhasil Mendirikan Hyundai Group
Di dunia otomotif, nama Hyundai menjadi merek kendaraan yang cukup terkenal di dunia.
Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini dikenal sebagai salah satu produsen mobil terbesar yang memproduksi beragam macam model-model mobil dengan desain futuristik dan teknologi mutakhir.
Namun di balik kesuksesan besar nama Hyundai, terdapat perjalanan panjang yang dilalui oleh pendirinya yang memulai semuanya dari nol.
Sosok Pendiri Mobil Hyundai
Chung Ju Yung adalah pendiri merek mobil Hyundai yang didirikan pada tahun 1967.
Pria kelahiran 25 November 1915 di Tongchon, Kogendo, Korea Utara ini lahir dari keluarga miskin dari tujuh bersaudara.
Terlahir sebagai anak petani dengan keterbatasan ekonomi, membuat Chung terpaksa tidak dapat bersekolah.
Setiap hari di masa kecilnya, selalu dihabiskannya untuk membantu sang ayah dan berjualan kayu di kota untuk kebutuhan keluarga.
Dari kegiatannya berjualan di kota inilah, Chung terinspirasi ingin menjadi seorang pengusaha.
Dengan tekad yang besar, Chung yang berusia 16 tahun melarikan diri dari rumah demi mengubah nasibnya dari kemiskinan.
Chung memulai kehidupan barunya di Kota Kowon sebagai buruh konstruksi yang digaji sangat kecil.
Di perusahaan inilah Chung mengembangkan minatnya pada bidang teknik sipil.
Dua bulan kemudian, ayahnya berhasil menemukannya dan memaksanya untuk pulang ke kampung halaman.
Chung terpaksa ikut dengan ayahnya pulang ke kampung halaman. Namun karena tekadnya yang besar untuk mengubah nasib, ia melarikan diri lagi dari rumah.
Total ia sudah melarikan diri sebanyak 4 kali, sampai puncaknya ia menjual salah satu sapi milik ayahnya untuk membeli tiket kereta api ke Seoul.
Setibanya di Seoul, Chung bekerja sebagai seorang akuntan. Namun lagi-lagi ayahnya menjemputnya untuk kembali ke rumah.
Untuk kesekian kalinya, Chung melarikan diri ke Seoul. Kali ini, Chung bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Incheon.
Lalu di tahun berikutnya, ia bekerja sebagai pengantar di toko beras. Chung yang memiliki etos kerja yang baik, langsung diangkat oleh pemilik toko sebagai akuntan.
Saat pemilik toko meninggal dunia, Chung mewarisi toko tersebut dan berhasil mengembangkannya sampai sukses.
Namun pada tahun 1939, toko itu terpaksa tutup karena kolonial Jepang memberlakukan sistem penjatahan beras ke tentara Jepang.
Chung sempat kembali ke kota asalnya, tetapi ia kembali lagi ke Seoul untuk mencari peruntungan baru.
Namun karena pemerintah Jepang memberlakukan aturan yang rumit untuk beberapa bisnis, Chung akhirnya memilih untuk mendirikan bisnis bengkel.
Ia kemudian membeli bengkel servis dan mengambil pinjaman 3000 won dari bank untuk mendirikan bisnis tersebut.
Usahanya kali ini berjalan dengan lancar. Bahkan ia bisa mempekerjakan 70 mekanik dalam waktu 3 tahun.
Namun lagi-lagi, pemerintah Jepang membuat kebijakan yang memberatkan usaha Chung. Untuk kedua kalinya, Chung harus menutup usahanya.
Puncak keberhasilannya terjadi saat Korea berhasil meraih kemerdekaan dari Jepang pada 15 Agustus 1945.
Kala itu pemerintah Korea Selatan mencari orang-orang yang bersemangat ingin membangun dan mengembangkan Korea Selatan.
Chung memanfaatkan kesempatan ini dengan mendirikan perusahaan bernama Hyundai dan Hyundai Civil Industries.
Usaha tersebut kemudian mendapat kontrak dari pemerintah Korea Selatan untuk membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas negara seperti pelabuhan, jalan, dan kamp militer.
Dalam waktu yang singkat, usaha yang didirikan Chung ini mulai berkembang di berbagai bidang industri.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!