Laut Merah Memanas! Aksi Ganas Pasukan Houthi Serbu dan Tenggelamkan Dua Kapal Kargo
Kapal Eternity C dan Magic Seas diyakini menjadi target serangan kelompok Houthi karena perusahaan pemiliknya memiliki hubungan dagang dengan Israel.
Ketegangan di Laut Merah kembali meningkat tajam setelah kelompok bersenjata Houthi dari Yaman melancarkan serangan terhadap dua kapal kargo berbendera Liberia. Serangan ini menyebabkan korban jiwa dan gangguan besar terhadap jalur perdagangan internasional.
Menurut laporan Associated Press (AP) pada Kamis (10/7), video propaganda yang dirilis Houthi memperlihatkan kapal kargo Eternity C tenggelam setelah diserang menggunakan senjata ringan, peluncur granat, dua drone, serta dua perahu drone bermuatan bahan peledak di Laut Merah.
Menurut laporan misi angkatan laut Uni Eropa, hanya 6 dari 25 awak kapal yang berhasil diselamatkan. Tiga orang tewas, sementara 16 lainnya masih hilang.
Serangan terhadap Eternity C disebut sebagai salah satu aksi paling mematikan yang dilakukan kelompok Houthi sejauh ini.
Beberapa hari sebelumnya, kelompok Houthi juga menenggelamkan kapal kargo Magic Seas. Insiden diduga terjadi pada Minggu (6/7).
Serangan itu memaksa 22 awak kapal untuk meninggalkan kapal yang saat itu membawa muatan pupuk dan baja tujuan Turki.
Pada Selasa (8/7) malam, Houthi merilis video yang menampilkan pasukan mereka menyapa kapal Magic Seas dalam bahasa Inggris melalui radio VHF dan mengancamnya. Rekaman tersebut juga menunjukkan pria-pria bersenjata dan bertopeng menaiki kapal yang sudah ditinggalkan awaknya.
Mereka terlihat menyerbu ruang kemudi, berjalan di antara pecahan kaca, lalu meledakkan kapal dengan bahan peledak yang ditanam. Kapal Magic Seas pun kemudian tenggelam.
Kapal Eternity C dan Magic Seas diyakini menjadi target serangan kelompok Houthi karena perusahaan pemiliknya memiliki hubungan dagang dengan Israel.
Serangan pasukan Houthi terhadap kapal-kapal kargo ini menghidupkan kembali kekhawatiran global terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah, yang merupakan rute penting dengan nilai perdagangan lebih dari USD 1 triliun per tahun.
Insiden ini juga menandai berakhirnya jeda serangan Houthi yang sempat terjadi saat gencatan senjata singkat terkait konflik Israel–Hamas.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!