Header Ads

Header ADS

Menanti Kejelasan Insentif Motor Listrik dari Pemerintah

 


Pemberian insentif untuk motor listrik tahun ini masih dalam tahap koordinasi oleh Kementerian Perindustrian.


Kepastian mengenai pemberian insentif untuk motor listrik tahun ini masih dalam tahap koordinasi oleh Kementerian Perindustrian.


Sebelumnya, ada informasi bahwa subsidi untuk kendaraan roda dua yang menggunakan tenaga baterai ini akan diluncurkan pada Agustus 2025.


Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, menjelaskan bahwa perpanjangan insentif untuk motor listrik masih dalam proses koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait.


"Kita masih proses koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait," ungkap Tunggul, seperti yang disitat dari Antara, Rabh (26/8).


Tahun lalu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,75 triliun untuk subsidi pembelian 200 ribu unit motor listrik baru dan 50 ribu unit motor konversi, dengan diskon sebesar Rp7 juta per unit untuk motor listrik baru.


Tunggul menambahkan bahwa pihaknya berharap insentif tersebut dapat berlanjut, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.


"Harapannya memang kita coba koordinasikan dengan kementerian atau lembaga terkait," katanya.


Saat ini, terdapat 66 perusahaan domestik yang memproduksi kendaraan listrik roda dua dan tiga dengan kapasitas produksi mencapai 2,37 juta unit per tahun serta total investasi sebesar Rp1,15 triliun.


Periklindo harap kepastian mengenai insentif untuk motor listrik

Rencana untuk memberikan insentif pada motor listrik telah diumumkan secara resmi untuk ditunda akibat situasi global yang tidak menentu.


Meskipun demikian, adanya subsidi untuk pembelian sepeda motor listrik diperkirakan dapat meningkatkan angka penjualan. Ketua Umum Perhimpunan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, mengharapkan agar pemerintah segera memberikan kepastian mengenai insentif motor listrik.


"Ya itu, kita berharap ya tetap subsidi dalam bentuk yang seperti kemarin. Direct ya (langsung), Rp 7,5 juta dan Rp 10 juta untuk konversi," jelas Moeldoko saat acara pembukaan PEVS 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (29/4).


Di sisi lain, Moeldoko juga menyatakan bahwa jika pemerintah memiliki rencana lain terkait insentif untuk motor listrik, pihak asosiasi kendaraan bertenaga listrik tersebut akan menerima keputusan yang diambil.


"Kita juga terima, mungkin dialihkan ke PPN, bisa diterima. Yang penting segera ada kepastian, dunia usaha menunggu itu," ungkap Moeldoko.


Sementara itu, ketika ditanya mengenai diskusi dengan pemerintah, Periklindo mengakui bahwa mereka belum dilibatkan dalam pembicaraan tersebut.


"Kita tunggu, khususnya kita menunggu karena ini masih dibicarakan di internal pemerintah," pungkasnya.


TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!



Diberdayakan oleh Blogger.