Header Ads

Header ADS

Indeks Lapangan Kerja Lulusan SMA & Sarjana di Level Pesimistis

 


Persepsi terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan untuk tingkat pendidikan SMA dan Sarjana juga masih berada di bawah level optimis (100).


Survei Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) pada Juli 2025 masih berada di zona pesimis di level 95,3, kendati terjadi perbaikan dari bulan sebelumnya yang hanya di angka 94,1.


Jika dirinci, persepsi terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan untuk tingkat pendidikan SMA dan Sarjana juga masih berada di bawah level optimis (100), yaitu masing-masing 91,9 dan 98,6.


Posisi itu lebih tinggi dari posisi Juli 2025, di mana persepsi ketersediaan lapangan pekerjaan untuk tingkat pendidikan SMA hanya sebesar 86,6 dan 104,8 untuk tingkat sarjana. Sementara, untuk tingkat pendidikan akademi atau diploma dan pascasarjana tercatat mengalami kenaikan menjadi di level 102,6 dan 100,3.


“Persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini mengalami perbaikan meski masih berada pada zona pesimis (<100). Persepsi responden kelompok pendidikan Akademi/Diploma dan Pascasarjana membaik dan berada pada zona optimis, sedangkan kelompok pendidikan SMA dan Sarjana masih pesimis,” tulis BI, dalam laporan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, dikutip Jumat (8/8/2025).


Pada saat yang sama, pada Juli 2025, Indeks Penghasilan Saat Ini (APSI) tercatat menurun ke level 117,8, dari yang sebelumnya 120,2. Penurunan terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok pengeluaran Rp1-2 juta yang stagnan di posisi 105,5 dan untuk kelompok pengeluaran lebih dari Rp5 juta tercatat mengalami kenaikan menjadi 122,0, dari sebelumnya hanya di level 121,4.


Sementara, Indeks Penghasilan Saat ini untuk kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta turun dari posisi Juni 2025 yang masih di level 114,7 turun ke angka 109,5; untuk kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta turun menjadi 115,2; dan IPSI kelompok pengeluaran Rp4,1-5 juta turun ke posisi 118,6.


“Dari sisi pengeluaran, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods pada kelompok pengeluaran lebih dari sama dengan Rp3,1 juta berada dalam zona optimis, sementara kelompok pengeluaran lebih dari Rp3,1 juta berada pada zona pesimis,” bunyi laporan BI.


Secara keseluruhan, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama masih mengalami perbaikan, dari yang di posisi Juni 2025 yang sebesar 105,9 naik menjadi 106,6. Dengan perbaikan Inkdes Pembelian Barang Tahan Lama dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, serta penurunan Indeks Penghasilan Saat Ini membuat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) cenderung stabil di posisi 106,6, dibanding posisi Juni 2025 yang berada di angka 106,7.


Sementara, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Juli 2025 dilaporkan mengalami kenaikan ke angka 129,6, dari yang di bulan sebelumnya hanya di posisi 128,9.


“IEK Juli 2025 tercatat sebesar 129,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 128,9. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Juli 2025 tercatat sebesar 106,6, relatif stabil dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 106,7,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya.


Kondisi ini, lantas membuat Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2025 membaik ke level 118,1, dari posisi bulan sebelumnya yang hanya sebesar 117,8. Menurut Ramdan, posisi ini mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi semakin meningkat, ketimbang bulan sebelumnya.


“Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,1, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 117,8. Meningkatnya keyakinan konsumen pada Juli 2025 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Ekspektasi Konsumen,” lanjutnya.


TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!


Diberdayakan oleh Blogger.