Header Ads

Header ADS

Angklung, Warisan Dunia UNESCO: Tim Muhibah Angklung Guncang Brisbane, Bawa Misi Diplomasi Budaya

 


Tim Muhibah Angklung sukses guncang Brisbane, Australia, membawa misi diplomasi budaya melalui pertunjukan memukau dan workshop interaktif. Simak bagaimana angklung menyatukan dua negara!


Tim Muhibah Angklung dari Bandung berhasil mengukir sejarah baru dalam misi diplomasi budaya di Australia. Mereka tampil memukau di Brisbane, mengguncang panggung IndOz Conference 2025 dan Pesta Rakyat Brisbane 2025. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.


Penampilan istimewa ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Tim Muhibah Angklung membawa harmoni bambu untuk menjembatani perbedaan budaya kedua negara. Aksi mereka diresmikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, dan Wali Kota Brisbane, Adrian Schrinner.


Selama kunjungan tersebut, tim tidak hanya menyuguhkan pertunjukan musik yang memadukan tradisional dan modern. Mereka juga sukses menyelenggarakan workshop tari Poco-Poco yang disambut antusias oleh peserta konferensi. Ini menunjukkan bagaimana seni dan budaya dapat menjadi sarana efektif dalam diplomasi.


Angklung sebagai Jembatan Diplomasi Ekonomi dan Budaya

Kehadiran Tim Muhibah Angklung di IndOz Conference 2025, forum bisnis terbesar Indonesia-Australia, menegaskan peran seni dalam diplomasi. Duta Besar RI, Siswo Pramono, menyatakan angklung adalah simbol nyata keberagaman Indonesia yang mampu menyatukan perbedaan. Ini sangat relevan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan sosial kedua negara.


Direktur IndOz Conference, Laurensia Suryadinata, menyoroti pentingnya kehadiran Tim Muhibah Angklung dalam memperkuat diplomasi budaya. Ia menyebut musik angklung tidak hanya sebagai hiburan semata. Lebih dari itu, musik mereka menjadi jembatan vital untuk memperdalam hubungan antarbangsa.


Maulana M Syuhada, Ketua Tim Muhibah Angklung 2025, menambahkan bahwa sinergi antara bisnis dan budaya adalah model ideal hubungan bilateral masa depan. Melalui pendekatan budaya, tim ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia-Australia melampaui ranah ekonomi. Ini juga membutuhkan pondasi kuat berupa pemahaman dan apresiasi budaya yang mendalam.


Memukau Ribuan Pengunjung di Pesta Rakyat Brisbane

Sehari setelah IndOz Conference, Tim Muhibah Angklung kembali memukau publik di Pesta Rakyat Brisbane 2025. Festival tahunan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Brisbane. Acara ini berhasil menarik lebih dari 2.000 pengunjung, menjadikannya festival Indonesia terbesar di Brisbane.


Penampilan Tim Muhibah Angklung mengiringi upacara pengibaran bendera dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka juga menghadirkan lagu-lagu daerah yang populer. Lagu seperti Jali-Jali, Goyang Maumere, dan Kopi Dangdut berhasil menggugah antusiasme serta partisipasi publik.


Kehadiran mereka di festival ini tidak hanya mempromosikan musik angklung. Ini juga memperkuat ikatan budaya antara diaspora Indonesia dan masyarakat Australia. Acara tersebut semakin meriah dengan kehadiran Project Pop, grup musik populer dari Indonesia.


Jejak Global Muhibah Angklung dan Dampaknya

Setelah sukses di Brisbane, Tim Muhibah Angklung dijadwalkan melanjutkan tur ke sejumlah kota besar lainnya. Mereka akan tampil di Canberra, Sydney, dan Melbourne. Rangkaian acara meliputi penampilan diplomatik di Albert Hall, pertunjukan budaya di Australian Museum, dan festival kuliner di Victoria Market.


Tim Muhibah Angklung telah aktif mengusung misi diplomasi budaya sejak tahun 2016. Mereka telah berkeliling ke berbagai negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia-Pasifik. Konsistensi ini menunjukkan komitmen mereka dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.


Selain pertunjukan langsung, tim ini juga memproduksi film dokumenter pendidikan berjudul "The Journey: Angklung Goes to Europe". Film ini bahkan sempat masuk nominasi Piala Citra 2024 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik. Maulana M Syuhada menegaskan bahwa kiprah konsisten ini mengukuhkan peran seni sebagai kekuatan lunak.


Kekuatan lunak ini sangat penting dalam membangun citra positif dan hubungan strategis Indonesia di kancah internasional. Melalui setiap nada angklung yang dimainkan, mereka tidak hanya menghibur. Mereka juga menanamkan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Indonesia di seluruh dunia.


TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!


Diberdayakan oleh Blogger.