Pages - Menu

Pages - Menu

Senin, 03 Februari 2025

Manchester United Tumbang di Kandang, Kalah 0-2 dari Crystal Palace


 MANCHESTER – Manchester United harus menelan pil pahit usai kalah 0-2 dari Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris 2024-2025. Bertanding di Old Trafford, Minggu (2/2/2025) malam WIB, Setan Merah tak mampu membendung efektivitas serangan tim tamu.

Dua gol kemenangan Palace diborong oleh Jean-Philippe Mateta di menit ke-64 dan 89. Kekalahan ini membuat Man United harus rela turun ke peringkat 13 klasemen sementara dengan 29 poin, sementara Palace naik ke posisi 12 dengan 30 poin.


Jalannya Pertandingan

Sejak awal laga, Manchester United sebenarnya tampil lebih dominan. Tim asuhan Ruben Amorim menguasai hampir 70 persen penguasaan bola dan melancarkan 17 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol. Dari 17 tembakan tersebut, hanya dua yang mengarah tepat ke gawang Palace.

Sebaliknya, Crystal Palace bermain lebih efektif. Dengan hanya 11 percobaan tembakan, mereka mampu mencetak dua gol. Jean-Philippe Mateta menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Man United setelah mencetak gol di babak kedua yang memastikan kemenangan bagi tim asuhan Oliver Glasner.

Gol pertama Mateta lahir dari serangan balik cepat di menit ke-64. Ia memanfaatkan umpan terobosan Kamada dan dengan dingin menaklukkan Andre Onana. Sementara gol kedua terjadi jelang akhir pertandingan, di mana Mateta sukses menyelesaikan peluang dari sisi kanan untuk mengunci kemenangan Palace.


Susunan Pemain

Manchester United

Starting XI: Onana; Mazraoui, Maguire, Martinez, Fernandes; Yoro, Amad, Garnacho, Dalot, Ugarte, Mainoo.

Cadangan: Bayindir, Harrison, Lindelof, De Ligt, Hojlund, Zirkzee, Eriksen, Casemiro, Collyer.

Pelatih: Ruben Amorim

Crystal Palace

Starting XI: Henderson; Mitchell, Lacroix, Guehi, Sarr; Lerma, Munoz, Mateta, Kamada, Hughes, Richards.

Cadangan: Turner, Nketiah, Eze, Schlupp, Clyne, Wharton, Esse, Devenny, Kporha.

Pelatih: Oliver Glasner


Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Manchester United yang tengah berusaha bangkit di musim ini. Ruben Amorim dan pasukannya perlu segera berbenah jika tak ingin semakin tertinggal dalam perburuan zona Eropa. Sementara bagi Palace, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang penting untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Premier League.

Tak Kunjung Pulang, Siswa SMA Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai


LAMPUNG TENGAH - Seorang siswa SMA ditemukan meninggal dunia di tepi Sungai Way Waya Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, pada Kamis malam (30/1/2025). Korban yang diketahui berinisial RK (18) ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan, masih mengenakan seragam sekolah lengkap beserta tasnya.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, jasad RK ditemukan setelah pihak keluarga melapor ke polisi lantaran korban tak kunjung pulang hingga malam hari. "Keluarga dan pihak kepolisian mulai melakukan pencarian karena RK belum pulang dari sekolah sampai pukul 19.30 WIB," ujar Andik pada Minggu (2/2/2025).

Menurut keterangan polisi, awalnya keluarga korban mulai merasa cemas karena RK tak ada kabar setelah jam pulang sekolah. Hingga pukul 15.15 WIB, tak ada informasi mengenai keberadaannya. Sekitar pukul 16.30 WIB, sang ibu mulai mencari tahu dengan bertanya ke teman-temannya. Dari situ, mereka mendapat informasi bahwa RK terakhir terlihat pulang bersama temannya yang berinisial RI (18).

Mendengar hal itu, keluarga langsung mendatangi rumah RI untuk mencari tahu keberadaan RK. Namun, RI tidak ada di rumah. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga korban akhirnya meminta bantuan Polsek Padang Ratu untuk mencari RK.

Pencarian pun dilakukan dengan bantuan warga sekitar. Hingga akhirnya, jasad RK ditemukan di tepi Sungai Way Waya Bumi Aji dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke polisi.

Saat ini, pihak keluarga telah melaporkan dugaan pembunuhan kepada pihak berwajib. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban dan apakah ada dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Minggu, 02 Februari 2025

The Fed Tahan Suku Bunga, Ke Mana Arah Laju Bitcoin?

Jakarta – Pasar kripto dan saham AS sempat mengalami tekanan setelah Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% pada Januari ini.


Keputusan ini membuat Bitcoin (BTC) sempat turun ke level USD 101.800, sebelum akhirnya pulih setelah konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, yang meredakan kekhawatiran pasar. Kondisi serupa juga terjadi pada pasar saham AS, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami pemulihan setelah Powell menegaskan tidak ada rencana kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Menurut Fahmi Almuttaqin, analis dari Reku, reaksi pasar ini menunjukkan bahwa aset berisiko seperti kripto dan saham AS masih sangat sensitif terhadap sentimen makroekonomi.

"Tingginya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga ke depan berpotensi mendorong peralihan dana investasi ke aset berisiko rendah seperti dolar AS dan obligasi pemerintah," kata Fahmi, Minggu (2/2/2025).


Dampak Teknologi AI DeepSeek

Selain kebijakan The Fed, peluncuran teknologi kecerdasan buatan DeepSeek juga menjadi perhatian pasar. Pasalnya, AI canggih ini berpotensi mengubah lanskap industri teknologi, yang selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan saham-saham besar di AS.

Meskipun demikian, Bitcoin tetap menunjukkan ketahanannya. Selama konferensi pers Powell, harga Bitcoin kembali naik ke atas USD 103.000, menandakan bahwa kepercayaan pasar terhadap aset ini tetap tinggi.

Hal ini juga terlihat dari aliran dana masuk ke ETF Bitcoin spot pada 30 Januari, yang mencatat net inflow sebesar USD 266,6 juta, menurut data dari Coinglass.

"Angka ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap Bitcoin, meskipun ada ketidakpastian di pasar keuangan," tambah Fahmi.


Bitcoin Makin Solid di Tengah Ketidakpastian

Inflasi yang masih tinggi dan pendekatan hati-hati dari The Fed menunjukkan bahwa suku bunga kemungkinan tetap tinggi lebih lama. Hal ini biasanya memberikan tekanan pada aset berisiko seperti saham dan kripto.

Namun, menurut Fahmi, pasar tampaknya sudah memperhitungkan kemungkinan ini. Pasalnya, dalam pertemuan FOMC bulan lalu, The Fed hanya berencana melakukan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

"Bertahannya Bitcoin di atas USD 100.000 menunjukkan bahwa aset ini semakin solid. Ini kemungkinan karena meningkatnya jumlah investor institusional dan ritel yang melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi," ujarnya.

Di tengah kondisi ini, investor disarankan untuk memiliki portofolio yang seimbang. Diversifikasi aset, seperti mengombinasikan stablecoin, saham AS, Bitcoin, dan altcoin, bisa menjadi strategi yang efektif dalam menghadapi dinamika pasar ke depan. 

Viral! Driver Ojol Acungkan Golok ke Pengendara Motor di Gambir, Kini Ditangkap Polisi


Jakarta
– Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial AR (31) viral di media sosial setelah mengancam seorang pengendara motor menggunakan golok di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkus pelaku di tempat persembunyiannya.

Kapolsek Metro Gambir, Kompol Rezeki Revi Respati, mengatakan bahwa AR ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan H Dirin, Japos Paninggilan, Ciledug, Tangerang, Banten, pada Sabtu (1/2/2025) dini hari.

"Pelaku inisial AR (31) ditangkap di rumah kontrakan kawasan Japos Paninggilan, Ciledug, Tangerang, Banten," ujar Kompol Rezeki kepada wartawan.


Awal Mula Pengancaman

Insiden ini bermula dari cekcok antara AR dan seorang pengendara motor di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam rekaman video yang viral, AR terlihat mengacungkan golok ke arah pengendara motor tersebut.

Menindaklanjuti laporan dan viralnya video itu, Tim Buser Polsek Metro Gambir dan Tim Resmob Polda Metro Jaya melakukan pelacakan ke tempat tinggal pelaku.

"Kami melakukan mapping alamat terduga pelaku di kawasan Japos Paninggilan, Ciledug. Pada Sabtu (1/2/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku berhasil diamankan," jelas Kompol Rezeki.


Barang Bukti dan Proses Hukum

Saat penangkapan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
Sepeda motor Honda Beat Pop merah bernopol B 4202 BCQ
Jaket ojol, celana, baju, dan helm yang dikenakan saat kejadian
Senjata tajam jenis golok beserta sarungnya

Pelaku kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. 

Sabtu, 01 Februari 2025

Kebakaran di Pergudangan Dadap Tangerang, 13 Bangunan Hangus


 Tangerang – Kebakaran hebat melanda Pergudangan Indah Dadap (PID) di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (31/1/2025). Peristiwa ini menghanguskan 13 unit gudang, termasuk yang berisi bahan kimia yang memicu ledakan besar.

Menurut Kabid Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, kebakaran bermula dari sebuah gudang mainan anak berbahan plastik, sebelum merambat ke gudang-gudang lain.

"Total ada 13 gudang yang terbakar. Awalnya dari gudang mainan anak yang terbuat dari plastik, lalu merambat. Ada juga gudang kimia yang memicu ledakan," ujar Agun dalam keterangannya.


Suara Ledakan Terdengar di Radius Ratusan Meter

Kebakaran ini juga diiringi suara ledakan keras, yang terdengar hingga beberapa ratus meter dari lokasi.

Dalam video yang beredar, terlihat para pekerja di kawasan pergudangan berhamburan keluar dan panik saat ledakan terjadi.

"Jauh, jauh! Menjauh! Ya Allah, ada ledakan!" teriak seorang wanita dalam rekaman video tersebut.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang masih berjibaku memadamkan api.


Lima Unit Mobil Damkar Dikerahkan

BPBD Kabupaten Tangerang menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB. Status kebakaran dinyatakan merah, sehingga lima unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi.

"Kami menerima laporan sekitar jam 12 siang, status masih merah. Ada sekitar lima unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan," ujar Agun Guntara.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya memadamkan api. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Jika 10 Tahun Lalu Investasi USD 1.000 di Bitcoin, Seberapa Kaya Kamu Sekarang?


 Jakarta – Bitcoin kembali mencetak rekor baru setelah menembus harga USD 100.000 per koin pekan ini. Kenaikan ini sangat signifikan dibandingkan satu dekade lalu. Jika kamu membeli Bitcoin 10 tahun lalu, berapa besar keuntungan yang bisa didapat?

Pada Rabu malam, Bitcoin mencapai tonggak sejarah dengan melampaui angka enam digit untuk pertama kalinya. Sepanjang Kamis, harganya bahkan sempat menyentuh USD 103.844 per koin, sebelum turun sedikit ke kisaran USD 99.000 pada Jumat pagi, menurut data dari CoinMetrics.

Mengutip CNBC (Sabtu, 1/2/2025), berikut perhitungan investasi USD 1.000 dalam Bitcoin berdasarkan harga mata uang digital tersebut pada 5 Desember 2024, yakni USD 101.564 per koin:

  • Jika berinvestasi 1 tahun lalu

    • Kenaikan: 130%
    • Total nilai investasi sekarang: USD 2.305
  • Jika berinvestasi 5 tahun lalu

    • Kenaikan: 1.272%
    • Total nilai investasi sekarang: USD 13.717
  • Jika berinvestasi 10 tahun lalu

    • Kenaikan: 26.738%
    • Total nilai investasi sekarang: USD 268.384

Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs Rp 16.300 per USD, maka investasi Rp 16,3 juta di Bitcoin 10 tahun lalu kini bernilai sekitar Rp 4,37 miliar. Fantastis, bukan?

Perbandingan dengan Indeks S&P 500

Sebagai perbandingan, berikut perubahan nilai indeks S&P 500, yang sering dijadikan tolok ukur pasar saham secara keseluruhan:

  • Kenaikan dalam 1 tahun: 33%
  • Kenaikan dalam 5 tahun: 95%
  • Kenaikan dalam 10 tahun: 193%

Dari data ini, terlihat jelas bahwa kenaikan Bitcoin jauh melampaui pertumbuhan indeks saham utama seperti S&P 500.


Apa yang Mendorong Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi?

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga Bitcoin adalah adopsi oleh lembaga keuangan besar.

Sejumlah perusahaan investasi ternama seperti BlackRock, Invesco, dan Fidelity Investments meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot pertama pada Januari 2025. ETF ini memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam Bitcoin tanpa harus memiliki aset kripto secara langsung.

Menurut Douglas Boneparth, Presiden Bone Fide Wealth dan anggota Dewan Penasihat Keuangan CNBC, kehadiran ETF Bitcoin membuat lebih banyak investor dapat mengakses Bitcoin dengan mudah. Seiring meningkatnya permintaan, harga Bitcoin pun melonjak.

Meski begitu, Bitcoin tetap dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Pada November 2021, Bitcoin pernah mencapai harga USD 69.000, sebelum anjlok sekitar 75% akibat runtuhnya bursa kripto FTX pada November 2022.

Namun, sejak saat itu, Bitcoin telah mengalami pemulihan yang stabil dan mencatat kenaikan sekitar 125% dari tahun ke tahun, menurut CoinMetrics.


Harga Bitcoin Berpotensi Menuju USD 145.000, Simak Momentumnya

Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD 100.000 atau setara Rp 1,62 miliar (asumsi kurs Rp 16.220 per USD). Namun, riset menunjukkan bahwa pasar belum mengalami euforia ekstrem seperti yang terjadi pada puncak bull market sebelumnya pada 2013, 2017, dan 2021.

Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa investor baru—yang dilacak melalui output transaksi yang belum dibelanjakan—belum mencapai level tertinggi seperti yang terlihat pada periode kenaikan besar sebelumnya.

Harga Bitcoin telah bergerak stagnan selama lebih dari dua bulan, memicu harapan akan terobosan harga. Para analis memperkirakan bahwa jika harga Bitcoin berhasil ditutup di atas USD 110.000, maka ini bisa membuka jalan bagi reli lebih lanjut hingga USD 145.000 atau Rp 2,35 miliar.

Analis CryptoQuant, Jelle, menyoroti pola panji bullish, di mana jika Bitcoin menembus level tersebut, target berikutnya kemungkinan besar mencapai USD 145.000.


Investor Bitcoin Jangka Pendek & Potensi Kenaikan Harga

Secara historis, puncak pasar Bitcoin biasanya ditandai dengan dominasi pemegang jangka pendek (kurang dari tiga bulan) yang mencapai lebih dari 70%. Saat ini, angka tersebut baru sekitar 50%, mengindikasikan bahwa pasar masih memiliki ruang untuk tumbuh sebelum mencapai puncaknya.

Data dari Glassnode juga menunjukkan bahwa jumlah Bitcoin yang dipegang oleh investor baru masih jauh di bawah level tertinggi sepanjang masa. Meskipun partisipasi investor baru meningkat, CryptoQuant menilai belum ada tanda-tanda kegilaan beli berlebihan yang biasanya menandai puncak bull market.

"Ini menunjukkan harga Bitcoin masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut, tetapi pedagang harus tetap waspada terhadap keseimbangan antara kepemilikan jangka pendek dan jangka panjang sebagai indikator potensi puncak pasar," kata CryptoQuant dikutip dari Yahoo Finance (Kamis, 30/1/2025).


Investor Perlu Waspada

Meskipun sentimen pasar tetap positif, CryptoQuant mengingatkan bahwa investor harus tetap waspada terhadap indikator yang biasanya menandakan akhir siklus bull market.

Jika jumlah investor baru melonjak drastis dan persentase pemegang jangka pendek meningkat pesat, ini bisa menjadi tanda bahwa pasar mendekati puncaknya.

Namun, untuk saat ini, pergerakan harga Bitcoin belum mencerminkan euforia spekulatif seperti pada puncak sebelumnya. Para analis percaya bahwa pertumbuhan Bitcoin kali ini lebih stabil dibandingkan kenaikan tajam yang diikuti oleh penurunan drastis dalam siklus sebelumnya.

Sejumlah pedagang tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi penembusan harga sebelum meningkatkan eksposur mereka ke Bitcoin.

Apakah Bitcoin akan terus meroket hingga USD 145.000 atau mengalami koreksi besar? Yang pasti, tren pasar saat ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki optimisme tinggi terhadap Bitcoin di masa depan.