Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Bupati Morowali Diminta ‘Copot’ Nama Jalan Beraksara China di Kawasan Industri

beritaviral.org - Ekspansi perusahaan-perusahaan dan Warga Negara Asing China ke Indonesia sudah tak terbendung lagi. Di Kawasan Industri Morowali, sejumlah nama jalan diketahui menggunakan nama dan aksara China.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengakui mendapatkan informasi soal itu. Ada nama jalan Beijing dan ada pula Shanghai.

“Saya sudah minta Bupati Morowali untuk periksa di lapangan dan bila masih ada nama jalan seperti itu supaya diimbau untuk menggunakan nama jalan yang sesuai dengan kearifan lokal dan nasional,” tulis Gubernur Longki dalam perbincangan di Group Sulteng Damai di jejaring sosial Telegram.


Berdasarkan informasi yang diterima SultengEkspres.com dari kawasan Industri Morowali itu, penamaan jalan ini untuk memudahkan para pekerja berkebangsaan China yang memang banyak bekerja di kawasan itu.

Namun mereka lupa, bahwa kita punya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pada Pasal 33 ayat 1 disebutkan Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta.

Pada ayat 2 ditekankan bahwa Pegawai di lingkungan kerja lembaga pemerintah dan swasta sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang belum mampu berbahasa Indonesia wajib mengikuti atau diikutsertakan dalam pembelajaran untuk meraih kemampuan berbahasa Indonesia.

Dalam penjelasan disebutkan bahwa yangdimaksud dengan “lingkungan kerja swasta” adalah mencakup perusahaan yang berbadan hukum Indonesia dan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.

Nah, bagaimana itu?! (JGB)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bupati Morowali Diminta ‘Copot’ Nama Jalan Beraksara China di Kawasan Industri