Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Nandang Burhanudin: Jangan Sampai Indonesia diMesirkan

beritaviral.org - Sejak menjadi kapten. AsSisi berjumpa Nasser. Dalam mimpi tersebut, ia mengenakan jam Omega dan menghunis pedang berlumur darah. Tertulis di pedang lafazh Laa Ilaaha Illallah.

Sejak 32 tahun lamanya. Mimpi itu ia pendam. Hingga ia mendapat wangsit, berkoalisi dengan Iblis dan Setan sekaligus. Puncaknya. Ia berhasil mengelabui Presiden Mursi dan Jamaah Ikhwanul Muslimin.

Istrinya disuruh berjilbab. Ia pun rajin shalat dan rajin tilawah. Semua pencitraan belaka. Ia sukses mengadu domba Presiden Mursi dengan Dewan Jenderal.


AsSisi menghembuskan isu. Dewan Jenderal yang dipimpin Marsekal Thantawi akan melakukan kudeta. 76 jenderal dan perwira dipecat. AsSisi pun naik pangkat. Hal yang dibaca oleh Kepala Intelejen Turki, Hakan Fidan, justru AsSisi yang akan mengkudeta Mursi.

Kini. Semua mimpi AsSisi terbukti. Ia bantai umat Islam. Ia miskinkan. AsSisi menjual 2 pulau ke Saudi. Ia melepaskan hak satu pulau ke Yunani. Bahkan ladang gas berisi triliunan kubik, ia pasrahkan ke Israel. Setelah ia merestui Eriteria menjatah pembagian air Nil untuk Mesir.

AsSisi mengisi jabatan strategis di militer, gubernur, parlemen, walikota, universitas, kehakiman, dan seluruh pelayanan publik dengan orang-orang yang justru maling dan terbukti bersalah di jaman Mursi.

AsSisi pun tak terusik saat ekonomi meroket ke bawah. Mata uang jatuh hingga level 13 (18 LE di pasar gelap) Pound (di jaman Mursi 6.3) per dollar AS. Subsidi dicabut. Listrik, gas, BBM, pajak, bahkan tabungan masyarakat disikat. Namanya boleh bagus. Ujungnya memeras rakyat hingga jadi budak.

Apa yang dilakukan Jokowi dengan 9 naga plus AHOK dan Luhut Binsar, tak jauh beda dengan apa yang dilakukan AsSisi di Mesir. Sama-sama berkoalisi dengan Iblis dan setan. Lalu menjual Indonesia ke China dan Singapura. Rakyatnya diarahkan jadi budak.

Perhatikan ucapan AsSisi dan Jokowi, baik sebelum menjabat atau saat menjadi presiden. Sama 1000%, tak ubahnya kaset yang diputar dengan bahasa yang berbeda. Semua bisa sukses. Sebab awam disibukkan mencari sesuap nasi. Sedangkan elit politik, disusupi intel yang memecah belah, hingga aibuk memelihara konflik di dalam.

Afiiqquuu yaa ummatal Islam. Sadarlah!

Sumber: (FB)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Nandang Burhanudin: Jangan Sampai Indonesia diMesirkan