Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Kenakan Jilbab dan Cadar, Muslimah Amerika Serikat Diusir dari Toko

beritaviral.org - Seorang muslimah asal Indiana, Amerika Serikat (AS) diusir dari sebuh toko hanya karena dia mengenakan busana Muslimah lengkap dengan cadarnya. Wanita bernama Sarah Safi itu dipaksa keluar dari toko, tempat di mana dia ingin berbelanja setelah dia menolak untuk melepas niqab dan jilbabnya.

Sarah Safi merekam insiden yang dia alami itu dalam sebuah video. Safi yang asli kelahiran AS mengatakan kepada WLS-TV, bahwa dia pergi ke toko Family Dollar untuk membeli barang guna memasak barbeque untuk keluarga.

Dia mengenakan jilbab dan niqab. Dia mengaku sudah biasa pergi ke toko itu sebelum insiden itu.

”Saya mungkin telah membuat 10 langkah ke toko dan saya mendengar wanita di belakang meja mengatakan, 'Bu, jika Anda tidak dapat melepasnya dari dari wajah Anda, Anda perlu meninggalkan toko saya’,” kata Safi menirukan peringatan pemilik tokok.


Safi juga mencatat percakapan itu di ponselnya. Dia sudah menjelaskan kepada petugas bahwa dia mengenakan busana seperti itu untuk tujuan keagamaan.

”Saya mengerti, tapi Anda harus memahami juga, ini adalah daerah (dengan tingkat) kejahatan tinggi dan kami mendapati banyak yang dirampok. Anda perlu melepasnya dari wajah Anda,” kata seorang manajer toko yang terekam video.

Safi tetap bertahan dan mengingatkan manajer itu bahwa haknya berpakaian mendapat perlindungan di bawah Konstitusi AS.

”Negara ini adalah negara kebebasan beragama, kebebasan berbicara, dan saya memiliki hak untuk memakai apa pun yang saya inginkan,” kata Safi kepada manajer toko.

Manajer pun menjawab bahwa dia akan memanggil polisi jika Safi tidak mengindahkan peringatan.

Safi lantas berpikir apakah dia harus berurusan dengan polisi, di mana anak-anaknya yang menunggu di luar mobil akan melihat pemandangan tidak mengenakkan. Tak lama kemudian, Safi memutuskan untuk pergi, tapi dia marah atas diskriminasi yang dia alami.

”Saya benar-benar sedih. Saya lahir di sini, dibesarkan di sini sepanjang hidup saya dan saya belum pernah bertahan ke sebuah pendirian dan telah diperlakukan seperti ini,” katanya, yang seperti dikutip Sindonews.com, Kamis (4/8/2016).

Safi mengatakan bahwa dia telah menutupi wajahnya di depan umum selama bertahun-tahun, dan satu-satunya hal yang dia inginkan adalah agar karyawan toko Family Dollar meminta maaf.

”Saya ingin duduk dengannya dan berbicara dengannya tentang apa yang saya imani, karena mungkin jika dia mendengar dan benar-benar mendengarkan apa yang saya imani, saya akan membuka hatinya,” ujar Sarah Safi.[www.tribunislam.com]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kenakan Jilbab dan Cadar, Muslimah Amerika Serikat Diusir dari Toko