Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Wahai Para Wanita, Jangan Cintai Kami Karena Uang, Cintailah Kami Karena Iman

beritaviral.org - Jika kamu ingin tahu bagaimana perjuangan seorang pria yang bersungguh-sungguh sedang berjuang untuk cintanya, di sini kamu dapat membaca salah satu kisahnya.  Inilah rahasia hati pria yang terdalam.

Suatu hari, seorang pria berniat menelepon seorang wanita yang dicintainya.

Dari ujung sana terdengar suara dering telepon di rumah sang wanita. Setelah diangkat, mereka berbincang bersama. Namun sayang, mereka tidak pernah sejalan sampai kapan pun.


Sang pria ingin bicara tentang cinta, sedangkan wanita hanya ingin mendengar tentang untung dan rugi. Seperti ini perbincangannya.

Ini tentang Apa? Cinta atau Transaksi?

Wanita: “Halo? Ini siapa?”

Pria: “Halo, ini saya. Apa kita masih bisa bersama?”

Wanita: “Kamu punya mobil?”

Pria: “Tidak punya.”

Wanita: “Kamu punya rumah?”

Pria: “Tidak.”

Wanita: “Tabunganmu berapa?”

Pria: “Tidak seberapa. Kamu kan tahu saya sudah investasikan semua.”

Wanita: “Sudah untung berapa?”

Pria: “Masih belum balik modal.”

Wanita: “Kamu tidak punya apa-apa. Bagaimana mungkin kita bersama?”

Pria: “Aku cinta padamu. Aku pasti bisa memberimu kebahagiaan.”

Wanita: “Sudahlah. Kamu tidak punya uang, tidak punya apa-apa. Bagaimana aku bisa membangun rumah tangga denganmu?”

Pria: “Tapi, jangan kamu lupa. Aku punya cita-cita, aku punya mimpi, aku punya ambisi. Insya Allah aku akan sukses dan memberimu kebahagiaan!”

Wanita: “Kalau begitu, tunggu saja sampai kamu dapat Rp100 juta, lalu kamu kembali kepadaku.”

5 Tahun Kemudian

Pria: “Halo ….”

Wanita: “Oh, kamu. Apa kabar? Apa kamu sudah sukses?”

Pria: “Belum.”

Wanita: “Untung dulu aku tidak bersama kamu. Kamu tahu tidak suamiku kerja di mana? Gajinya besar sekali, kamu tahu tidak?”

Pria: “Memangnya dia kerja di mana?”

Wanita: “Dia kerja di perusahaan multinasional di kota besar. Bagaimana? Kaget kan?”

Pria: “Siapa namanya? Apa jabatannya?’

Wanita: “Memangnya mengapa kamu ingin tahu?”

Pria: “Tidak apa-apa. Aku kerja di situ juga, tetapi aku hanya orang biasa.”

Wanita: “Oh, baiklah. Nama suamiku James. Dia manajer wilayah. Hebat, kan?”

Pria: “Oh, baiklah.”

Di Sebuah Kantor Multinasional

Sebuah telepon berdering.

Petugas: “Halo, selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu, Pak?”

Pria: “Halo, di perusahaan ada yang namanya James? Dia manajer wilayah.”

Petugas: “Ya, ada, Pak.”

Pria: “Saya ingin semua fasilitas miliknya ditarik sekarang juga.”

Petugas: “Wah, baik. Akan segera kami lakukan, Pak CEO. Kami juga sudah kesal karena prestasinya buruk sekali.”

Wahai, kamu. Saya tidak mendapatkan uang karena saya telah memiliki uang. Saya tidak punya rumah karena saya tinggal di vila. Saya tidak punya mobil karena saya berangkat naik helikopter. Saya orang biasa saja di perusahaan karena saya pikir kita tidak boleh memandang orang dari jabatannya.

Saya pernah susah, tetapi ingatlah, itu hanya “pernah”.
 
Wahai Para Wanita, Inilah Rahasia Hati Pria!

Selama seorang pria belum meninggal, ia masih punya kemungkinan untuk berhasil.

Benar, waktu muda kami tidak punya apa-apa.

Namun, kami juga ingin mempunyai sebuah keluarga. Ingin memiliki orang yang kami cintai.

Apakah salah?

Apakah jika saat muda tidak memiliki uang, kami tidak boleh memiliki cinta juga?

Para gadis sekalian, saya ingin bertanya.

Ada kehadiran cinta saat kita bertemu dulu. Ya, kami para pria tidak mempunyai keluarga yang kaya raya. Namun, apakah kami akan membiarkan wanita yang kami cintai hidup menderita bersama kami?

TIDAK AKAN PERNAH!

Kami punya sepasang tangan. Kami akan berusaha.

Mengapa kalian tidak dapat memberikan kesempatan kepada kami para pemuda yang sedang berjuang?

Para gadis sekalian, kami tahu kalian itu istimewa.

Kalian memiliki paras yang cantik. Mungkin kalian berasal dari keluarga baik-baik dan terpandang.

Kamu memiliki masa muda. Kamu ingin masa depan yang baik. Kami para pria mengerti itu.

Namun, di antara kita, ada yang dinamakan “cinta karena Allah.”

Ada yang dinamakan komitmen dan kasih sayang.

Kamu mengubah cinta kita menjadi modal untuk bertransaksi.

Apakah ini dapat dibenarkan?

Para gadis sekalian, tolong tanya kepada ayahmu, apakah dulu ia mempunyai segalanya?

Lalu, mengapa ibumu mau bersamanya?

Karena, ibumu mau percaya kepada ayahmu.

Coba tanya ibu dan ayahmu, mereka bahagia atau tidak?

Hidup bersama sampai tua melihat anaknya menikah.

Benar-benar hidup yang sangat indah.

Wahai para gadis, percayalah kepada kami.

Berilah kami satu kesempatan.

Kami akan memberimu sebuah masa depan yang tak terbayangkan.

Di luar sana banyak yang mengatakan bahwa laki-laki adalah pembohong.

Maka,  kami katakan bahwa kamu benar.

Karena, pria selamanya akan berjuang habis-habisan.

Lalu, dengan senyuman manis mengatakan padamu bahwa dia tidak apa-apa.

Kami harus berjuang luar biasa keras saat mencari nafkah.

Namun, saat kembali ke rumah, kami akan kembali mengatur suasana hati.

Memberikan senyuman manis untukmu dan anak-anak kita.

Saat seorang pria berkata dia agak lelah, sebenarnya dia benar-benar sangat lelah.

Jadi,

Pada saat kamu melihat pria yang kamu cintai kelelahan saat pulang bekerja.

Buatkanlah makanan favoritnya.

Ciumlah keningnya dan bersikap manislah kepadanya.

Berikan remote TV kepadanya. Temani dia menonton pertandingan sepak bola.

Semua ini sudah cukup untuk seorang pria. Ia sudah cukup bahagia!

Yang dipikul di bahunya adalah beban wanita dan anak-anak.

Sementara itu, dirinya sendiri tidak terlalu penting.

Bagi Para Pria, Kuatkan Dirimu. Kamu adalah Pemimpin!

Pada hari ini, langit telah mengabarkan kepada para pria.

“Aduh, saya telah menghabiskan banyak uang untuk wanita yang saya cintai. Membelikan banyak sekali barang mewah. Mengapa saya tidak mendapatkan apa-apa? Ia masih saja merecoki saya tiap hari dan mengganggu saya.”

Teman,

Mungkin sebagai pria, setiap hari kamu merasa wanita tidak memberimu apa-apa.

Namun, kamu harus ingat bahwa yang wanita berikan kepadamu adalah sebuah hati.

Sebuah hati yang menemanimu hingga tua.

Sebuah hati yang hanya sanggup berisikan satu orang.

Dan, di antara kalian berdua hanya berlandaskan satu kata, yaitu “cinta.”

Masa muda merupakan hal paling berharga bagi kehidupan wanita.

Namun, di dalam kehidupan ini, banyak wanita yang memilih untuk memercayai seorang pria yang belum punya apa-apa.

Ya, itu kamu, wahai para pria. Kamu memang punya ambisi dan mau bekerja keras, tetapi kamu tetap belum punya apa-apa.

Walaupun begitu, wanita percaya kepadamu dan mempertaruhkan masa depannya demi bersamamu.

Wanitamu bersedia berada di sampingmu, bersedia menemanimu melewati suka dan duka.

Para Pria, Jangan Jadi Rongsokan!


Para pria, kita memang baru saja memulai, tentu saja tidak memiliki apa-apa.

Namun, wahai para pria, jangan jadikan ini alasan untuk membuatmu menjadi sebuah rongsokan. Jangan remehkan dirimu sendiri.

Bekerja keraslah! Berjuanglah habis-habisan!

Seorang lelaki sejati tidak akan membiarkan wanita yang ia cintai menderita.

*Tulisan ini terinspirasi dari video tentang pria dan wanita yang penulis dapatkan via Facebook. Tentu saja tulisan ini bersifat renungan dan bukan serangan kepada wanita mana pun.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Wahai Para Wanita, Jangan Cintai Kami Karena Uang, Cintailah Kami Karena Iman