Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Sudah Meninggal, Keluarga Mendiang Nari Dikejar-kejar Tagihan BPJS

TULUNGAGUNG - Petugas kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tulungagung, Jawa Timur kembali mendatangi rumah almarhum Nari di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Kedatangan petugas untuk menagih lagi tunggakan iuran yang belum dibayar 

"Ada lima petugas tadi (Kamis, 7/5/2015) datang lagi ke rumah untuk menanyakan tagihan iuran BPJS. Namun, kami janjikan untuk membayar mengangsur," ungkap Murati, salah satu kerabat almarhum kepada Surya, Kamis (7/5/2015).

Murati menjelaskan, keluarganya sebenarnya keberatan membayar sisa iuran. Karena almarhum Nari sudah meninggal dunia sejak September 2014.


Namun keluarganya diminta membayar iuran BPJS hingga tagihan bulan Maret 2015. Padahal orang yang tertanggung dalam BPJS sudah meninggal 6 bulan sebelumnya.
Dijelaskan Murati, kedatangan petugas juga tetap meminta keluarga almarhum membayar sisa tunggakan sebesar Rp 369.140.

"Kami menjanjikan untuk mengangsur karena untuk membayar semuanya cukup memberatkan," tambahnya.

Petugas kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tulungagung, Jawa Timur kembali mendatangi rumah almarhum Nari di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Kedatangan petugas untuk menagih lagi tunggakan iuran yang belum dibayar almarhum.

"Ada lima petugas tadi (Kamis, 7/5/2015) datang lagi ke rumah untuk menanyakan tagihan iuran BPJS. Namun, kami janjikan untuk membayar mengangsur," ungkap Murati, salah satu kerabat almarhum kepada Surya, Kamis (7/5/2015).

Murati menjelaskan, keluarganya sebenarnya keberatan membayar sisa iuran. Karena almarhum Nari sudah meninggal dunia sejak September 2014.

Namun keluarganya diminta membayar iuran BPJS hingga tagihan bulan Maret 2015. Padahal orang yang tertanggung dalam BPJS sudah meninggal 6 bulan sebelumnya.

Dijelaskan Murati, kedatangan petugas juga tetap meminta keluarga almarhum membayar sisa tunggakan sebesar Rp 369.140.

"Kami menjanjikan untuk mengangsur karena untuk membayar semuanya cukup memberatkan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah meninggal, almarhum Nari masih mendapatkan tagihan iuran pembayaran BPJS Kesehatan.

Pada surat tagihan BPJS tanggal 20 April 2015, iuran BPJS atas Nari masih menunggak 6 bulan hingga Maret 2015. Total tagihan iuran BPJS Nari mencapai Rp 369.140.

SURYAMALANG.COM, 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sudah Meninggal, Keluarga Mendiang Nari Dikejar-kejar Tagihan BPJS