Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Tawuran Pelajar di Cianjur, Siswa SMKN 1 Cipanas Tewas Ditusuk dan Dibacok

CIANJUR – Peristiwa tawuran terjadi di dekat Cimacan Valey Desa Palasari, Kecamatan Cipanas. Kali ini siswa atas nama Sopian (18) siswa kelas XII SMKN 1 Cipanas menjadi korban. Diketahui korban tewas saat tengah menjalani perawatan di RSUD Cianjur.

Peristiwa tawuran tersebut terjadi saat korban bersama teman – temannya nongkrong sekitar jam 15.30 WIB di dekat Cimacan Valey, Selasa (29/3). Namun saat korban bersama temannya sedang berkumpul tiba-tiba datang sekelompok pelajar dari sekolah lain dan langsung mengeluarkan senjata tajam sambil berteriak dan mengajak berkelahi.

Setelah itu, korban dan temannya seketika kocar kacir berlarian. Akan tetapi, malang nasib yang dialami Muhammad Sopyan saat berlari ke arah Jalan Raya yang malah dikejar hingga dibacok. Hingga akhirnya korban ditemukan bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Cipanas dengan luka bacok, lantaran sabetan senjata tajam ke bagian dalam hingga korban kehabisan darah dan meninggal dunia.


“Saya kaget sekali sekitar pukul 15.00 WIB mendapat kabar anak saya dilarikan ke RSUD Cimacan. Ternyata diketahui anak saya menjadi korban tawuran,” ungkap orang tua korban, Oleh (50) warga Kampung Babakan, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

Ia mengaku, karena anaknya tak bisa ditangani seorang diri maka akhirnya korban dirujuk ke RSUD Cianjur. Namun setelah mendapatkan perawatan sekitar tiga jam di RSUD Cianjur, anaknya dinyatakan meninggal.

“Kalau memang anak saya meninggal akibat tawuran, jelas pelaku harus bertanggung jawab. Kami sekeluarga jelas tidak menerima tindakan pelaku dan kami mengharapkan pelaku segera diamankan,” tegasnya.

Kapolsek Pacet, Kompol Pardiyanto membenarkan terjadi tawuran dan satu orang siswa SMKN 1 Cipanas tewas. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tawuran ini.

“Kami sudah memeriksa sembilan orang saksi terkait tewasnya Sopian (18),” terangnya.

Ia menjelaskan, rata-rata saksi yang diperiksa memberikan keterangan bahwa mereka mengenal siapa yang melakukan penyerangan.

“Mereka menyebutkan tahu yang menyerang itu dari salah satu sekolah di Cipanas. Tapi tidak tahu siapa nama-nama orang yang menyerang itu,” ujarnya.

Menurutnya, polisi juga masih menyelidiki dari mana senjata yang digunakan oleh penyerang berasal.

“Kemungkinan ini tawuran pelajar dengan pelajar. Tapi kami masih selidiki,” ujarnya.

Pardiyanto menyebut belum mendapatkan barang bukti berupa senjata-senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menyerang Sopian di kawasan sepi di Cimacan Valley itu.

Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Cipanas, Iwan Setiawan menuturkan, penanganan kasus ini sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Dia menjelaskan, saat kejadian siswanya tidak membawa tajam, namun tiba-tiba diserang dengan senjata tajam oleh salah satu sekolah di Cipanas.

“Indikasi anak kami melakukan kekerasan sangat jauh, karena anak kami yang menjadi korban,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat jam pelajaran itu merupakan tanggung jawab sekolah khususnya kesiswaan, namun berdsarkan pantauannya kejadian tersebut di luar jam pelajaran dan itu pihak orang tua yang memang tanggung jawab.

“Kami pun sebenarnya sudah memberlakukan peraturan ketat, namun dalam kejadian ini siswa kami yang menjadi korban,” paparnya.

Kepala Kamar Mayat RSUD Cianjur, J Multazam saat divisum mengatakan, korban mengalami luka robek bagian punggung dua kali tusukan dengan ukuran 2cm x 1,5 cm.

“Kalau dilihat dari lukanya korban terkena benda tajam, saya curiga itu pisau biasa,” pungkasnya.

sumber: jabar.pojoksatu.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tawuran Pelajar di Cianjur, Siswa SMKN 1 Cipanas Tewas Ditusuk dan Dibacok