Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Siyono Dihajar Sampai Mati, Samadikun Disambut Kajagung Bagai Pahlawan Dan Tamu' Tanpa Borgol

Jakarta – Berita tertangkapnya pengemplang uang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang akrab disebut BLBI, Samadikun Hartono, rupanya menjadi sebuah kebanggaan bagi para pendukung Jokowi yang membandingkan dengan SBY selama menjadi Presiden.

Para pendukung Jokowi dengan membusungkan dada, menuliskan bagaimana pencapaian seorang Jokowi yang baru beberapa tahun menjadi presiden sudah berhasil menangkap Samadikun yang menjadi buron selama 13 tahun.

Sementara SBY yang menjadi Presiden selama dua periode sama sekali tidak berhasil menangkap walaupun hanya berdomisili di Cina.

“Namun kebanggan itu rasanya perlu diralat kembali, karena Cina ternyata meminta penukaran dengan warganya dari suku Uighur,” ujar Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute, yang mengutip ucapan Menkopolhukam, Luhut BP.


Menurut Dullah, ternyata Cina selama ini tahu dimana Samadikun, hanya saja mereka malah mempermainkan Indonesia dengan cara meminta menukar dengan warga Cina Suku Uighur yang dianggap sebagai buronan mereka.
Kedatangan Samadikun pemilik Bank Modern, buronan BLBI senilai Rp. 169,4 Milyar, rupanya sudah ditunggu oleh para penegak hukum (dengan kebanggaan) sesuai dengan foto yang berhasil tertangkap.

Lihat saja bagaimana perlakuan terhadap Samadikun yang harus pakai dijemput segala, bahkan tanpa borgol dan yang sangat menyayat hati, ketika Jaksa Agung, Muhammad Prsetyo yang menyambut sambil tertawa bercanda, lalu mengangkat tangan seakan mempersilahkan Samadikun berjalan, yang terlihat bagaikan seorang tamu penting Kejaksaan Agung.

Melihat hal ini para netizen sangat marah, dan mengatakan jika penjahat yang punya uang dan yang tidak punya uang seperti Siyono, yang ditangkap Densus 88.

Netizen membandingkan bagaimana Almarhum Siyono yang diperlakukan oleh Densus 88 ketika akan ditangkap di dalam mesjid, dan diperlakukan secara kasar, hingga disaksikan oleh anak-anak secara langsung.

Pata netizen bahkan heran dengan cara Densus 88 memperlakukan Siyono yang jelas-jelas belum diketahui keterlibatannya dengan jaringan teroris, namun harus mendapatkan perlakuan kasar, bahkan sesuai dengan visum tim Dokter Forensik dari Muhammadiyah, Siyono meninggal dalam perjalanan akibat patah tulang rusuk dan menusuk ke jantung.

Sementara Samadikun yang sudah jelas-jelas menjadi buronan dan musuh negara kelas satu, malah mendapatkan perlakuan yang jauh berbeda, sampai harus dijemput dari mobil dengan hormat langsung oleh Prasetyo dan Samadikun ternyata tidak di borgol sejak dari Cina.

Akibatnya tidak sedikit yang menyerang sikap para pejabat yang hadir menjemput kedatangan Samadikun tadi malam, sementara Samadikun sendiri tidak menunjukkan rekasi maupun ekspresi apapun pada wajahnya.

“Itu pendukung Jokowi kenapa tidak berkomentar soal kelakuan Jaksa Agung yang dipilih oleh Jokowi, atau mereka juga sama dengan mereka ?” Tanya Dullah heran.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Siyono Dihajar Sampai Mati, Samadikun Disambut Kajagung Bagai Pahlawan Dan Tamu' Tanpa Borgol