Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Jarak dan Kesibukan Memaksa Kita Tak Sering Bertatap Muka. Tapi Ketahuilah, Aku Tetap Cinta

beritaviral.org - Dari dulu aku selalu memohon agar ditempatkan dalam hubungan yang menyenangkan. Bisa bertukar candaan seperti dua sahabat tanpa batasan, bertemu kapan pun kala merasa dibutuhkan, sampai saling mendukung dalam mengejar impian. Bersamamu, sebenarnya hampir semua harapan sudah bisa diwujudkan.

Namun nampaknya Tuhan tak ingin kita berjalan mulus-mulus saja. Tanggung jawab sebagai orang dewasa memaksa kita menjalani hari di dua tempat berbeda.

Kamu bukan pasangan yang setiap hari bisa kukecup dan kulihat matanya. Cerita kita lebih banyak tersampaikan lewat udara dan layar virtual di depan mata. Tapi anehnya, perasaanku tak pernah berkurang karenanya. Sssst..tak perlu khawatir meski kita jarang bertemu — toh aku tetap mencintaimu.

Tidak semua orang bisa mengerti. Bagaimana kita bertahan menghadapi jarak dan kesibukan dalam satu persamaan

foto: google
Hubungan yang sedang kita jalani bukan untuk semua orang. Hati yang lapang, logika yang dijaga kewarasannya, pun ketegaran jadi pilar utama bertahannya ikatan.

Saat sedang butuh pegangan, lenganmu tak bisa kutemukan sesering yang kumau. Pinggangku juga tak bisa kau rengkuh setiap kali rindu. Kecup-kecup sayang tidak bisa saling kita berikan setiap waktu. Kau dan aku perlu belajar berdamai dengan rasa konyol yang mendesak di hati setelah sekian lama tak bertemu.

Belum lagi setumpuk kewajiban yang menunggu dituntaskan dan mengacaukan seluruh ritme perasaan. Saat kau bilang tak bisa cepat membalas pesanku karena harus beradaptasi dengan software baru, tak ada pilihan lain selain berusaha memahamimu. Aku pun bisa menolak keinginanmu bicara panjang karena tulisanku sudah memasuki tenggat waktu.

Tidak semua orang bisa memahami apa yang membuat kita mampu bertahan selama ini. Saat pertanyaan standar macam ini mendatangi, kau dan aku hanya tersenyum lalu dengan tenang menanggapi, “Bukankah hubungan hanya harus dijalani?”

Berdua, kita belajar berdamai dengan keadaan. Memutar otak demi kebersamaan jadi bukti kuatnya perasaan

foto: via google
“Dear, maaf ya baterai OPPO R7 ku habis. Aku charge dulu ya - 5 meniiit aja. Nanti aku telepon kamu”
“Hffft. Iya, iya. Kamu ini kebiasaan deh baterai habis mulu. Untung pakainya OPPO R7, jadi aku gak ngambek.”

Saat orang bertanya bagaimana cara kita bertahan sekian lama, mungkin sesederhana ini caranya. Kita hanya harus berdamai dengan semua ekuasi yang terhampar di depan mata. Merengkuh mereka sebagai kenyataan yang harus dihadapi bersama.

Hubungan yang sedang dijalani menjadikan kita penghitung handal yang ketelitiannya sampai ke satuan presisi. Lihai kita samakan waktu cuti, agar punya kesempatan bertemu lebih lama dalam beberapa hari. Kita pun rajin mengumpulkan poin penerbangan, supaya tiket saling mengunjungi tidak ganas memakan anggaran.

Dalam ikatan ini, kemampuan adaptasi dan kreativitas kita teruji. Tanpa sadar, hubungan ini membentuk kita jadi pribadi yang lihai menyesuaikan diri.

Tapi bukan berarti kita tak pernah bahagia. Magisnya tiap momen pertemuan terasa di dada. Sementara, jarak jadi tanpa makna

foto: via google
Meski tak bisa bertemu sepanjang waktu, baru kamu yang membuatku selalu merasa diterima kapanpun kita bertemu. Melihatmu keluar dari pintu kedatangan, menemukan lengan dan jarimu yang bisa kugenggam — tak ayal aku merasa pulang.

Jarak dan waktu jadi nisbi saat berada di sampingmu. Dengan bebas kita bisa bercerita soal apa saja, menertawakan apapun yang konyol dan tertangkap mata, bahkan berdebat lama untuk hal yang jika dipikir ulang remeh adanya.

Momen bertemu denganmu selalu nyaman, tak beda jauh dari kesempatan bertemu sahabat lama

Menabung rindu sekian lama membuat pertemuan denganmu seperti pesta yang sudah direncanakan tiap detailnya. Menemukan matamu setelah akhirnya bertemu menciptakan nuansa magis di hatiku. Seperti ada bunyi “klik” di dadaku saat kita menuntaskan rindu. Sungguh, aku nyaman bersamamu.

Sampai jarak berpihak pada kita tak perlu kau ragukan kuatnya rasa. Kita boleh tak bertemu sesering pasangan lainnya — tapi aku akan selalu cinta

foto: via google

Selalu ada cara untuk meringkas jarak yang kadang terasa kian menganga. Kiriman gambar konyolmu di tengah jam kerja, sampai voice notes absurd yang sengaja kau rekam atas nama keisengan semata. Semua hal itu tetap mampu menciptakan tawa.

Tidak perlu juga rasanya kita meratap lama hanya karena tak bisa menyentuh muka seperti pasangan pada umumnya. Toh kamera OPPO R7 yang punya fokus kamera 0,1 detik bisa menangkap setiap gerakan wajah yang tercipta. Membuat kita merasa bersisian, meski tidak selalu bisa saling merengkuh tangan. Selalu ada cara lain untuk membawa kebahagiaan.

Jarak dan kesibukan yang ada diantara kita pasti ada maksudnya. Sampai saat itu tiba, kuharap kau tak perlu meragukan kuatnya rasa.

Tak peduli sejarang apapun aku bisa menemuimu, aku akan tetap mencintaimu.

sumber: hipwee

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jarak dan Kesibukan Memaksa Kita Tak Sering Bertatap Muka. Tapi Ketahuilah, Aku Tetap Cinta