Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Berpeluang Bebas, Pengamat Bilang Kasus Jessica Istimewa.

JAKARTA - Kasus Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh Mirna Salihin dalam kasus kopi sianida berpeluang divonis bebas jika polisi tak kunjung menemukan bukti akurat soal kasusnya.

Guru Besar Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho memaparkan, masa tahanan Jessica yang segera berakhir bisa menyebabkan ia segera menghirup udara bebas.

Ditambah juga, polisi belum mendapatkan bukti akurat terkait pembunuhan yang terjadi di Grand Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, meski Jessica telah ditetapkan menjadi tersangka, namun polisi belum menemukan bukti akurat Jessica lah yang menyebabkan Wayan Mirna Salihin tewas.

"Dari kacamata hukum, harusnya Jessica dilepaskan. Karena polisi sudah cukup penahanan kepada dia (Jessica) masa penahanan dia sudah abis," kata Hibnu kepada Okezone, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2016).

Hibnu menambahkan, kasus penahanan Jessica terbilang istimewa. Karena pada kasus ini polisi masih belum bisa memenuhi apa yang diingin oleh penuntut umum yaitu Kejaksaan Tinggi seperti mencari tahu cara mengaduk dan menaruh sianida ini ke dalam gelas korban.

"Agak kerepotan, belum bisa memenuhi keinginan penuntut umum mengenai kejadian kongkritnya dengan cara memasukan racun itu, masih belum ditemukan," paparnya.

Dia berharap, polisi secepatnya bisa membuktikan perkara tersebut. Tanpa adanya pihak yang dirugikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, masa penahanan Jessica Kumala Wongso akan berakhir pada 28 April 2016. Jika tidak diperpanjang, alumnus Billy Blue College of Design, Sydney, Australia, memiliki kesempatan untuk bisa menghirup udara bebas saat memasuki ranah pengadilan nanti.

sumber: okezone.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Berpeluang Bebas, Pengamat Bilang Kasus Jessica Istimewa.