Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

5 WNI yang Selamat dari Pembajakan Tiba di Tanah Air

Tarakan - Lima pelaut Indonesia yang berhasil selamat dari pembajakan di perairan perbatasan Filipina dan Malaysia sudah tiba di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (23/4). Kelima WNI itu merupakan bagian dari 10 anak buah kapal (ABK) WNI yang selamat dari pembajakan Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi pada 15 April 2016.

Dalam peristiwa pembajakan itu, hanya empat ABK WNI yang diculik, sedangkan lima ABK selamat dan satu ABK tertembak sehingga masih berada di Malaysia untuk menjalani perawatan. Proses penyelamatan mereka dilakukan oleh otoritas Malaysia.

Kolonel Suradi Agung Slamet kepada Straits Times mengatakan seorang ABK yang tertembak masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit Sabah. Aksi pembajakan pada 15 April lalu merupakan insiden kedua yang menimpa ABK WNI di perairan Filipina.


Pada insiden pertama, tanggal 26 Maret 2016, kelompok Abu Sayyaf membajak Kapal Tunda Brahma 12 dan Kapal Tongkang Anand 12 lalu menyandera 10 ABK WNI. Sebagai pembayaran tebusan untuk 10 WNI tersebut, Abu Sayyaf dikabarkan meminta uang sebesar 50 juta peso (Rp 14,2 miliar).

Sedangkan, dari kedua insiden itu, total WNI yang disandera sebanyak 14 orang.

Serentetan insiden pembajakan dan penyanderaan menjadi alarm bagi perairan Asia Tenggara karena Abu Sayyaf melakukan taktik baru dengan menculik para pelaut untuk sandera di laut selatan Filipina dan timur laut Sabah. Di masa lalu, kelompok itu menggunakan taktik biasa untuk menculik di pulau-pulau sepanjang pantai Sabah dengan menculik turis dan pekerja restoran atau resor. Tapi aksi penculikan sudah merosot jauh sejak Malaysia meningkatkan keamanan di sepanjang 1.400 garis pantai Sabah di bawah Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom).

Para menteri luar negeri dan komandan angkatan bersenjata dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina, akan menggelar pertemuan di Jakarta pada 3 Mei 2016 untuk mendiskusikan kemungkinan patroli bersama di perairan timur laut Pulau Kalimantan, wilayah sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi.

Lima pelaut WNI yang selamat tersebut dikawal oleh otoritas Malaysia ke perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, lalu diserahkan kepada angkatan laut (AL) Indonesia di Kalimantan Utara.

"Kelima pria itu dalam kondisi sehat dan sekarang di Tarakan. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk melihat apakah secara fisik dan psikologi sehat sebelum mereka dikembalikan ke keluarga mereka," kata Kolonel Suradi seperti dikutip dari Inquirer.net.

Ditambahkan, para penculik, pastinya dari Abu Sayyaf, tidak berhasil merebut baik kapal tunda atau tongkang.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, kepada SP, membenarkan pemulangan lima pelaut WNI tersebut. Kelimanya adalah ABK yang selamat dari pembajakan dua kapal, yang berisi 10 ABK WNI, tanggal 15 April lalu.

(beritasatu.com)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 5 WNI yang Selamat dari Pembajakan Tiba di Tanah Air