Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Mungkin Tak Banyak Yang Tahu, Ternyata Ahok Bukan Pilihan Jokowi.

BERITAVIRAL.COM Tak banyak orang tahu, ternyata Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama bukan pilihan Joko Widodo saat maju dalam Pilgub DKI 2012. Jokowi, sapaan Joko Widodo, lebih kesemsem kepada Deddy Mizwar.

Cerita empat tahun silam itu hingga kini masih melekat di benak Ahok. Dia, kepada Metrotvnews.com yang menemuinya, akhir pekan kemarin, menuturkan, waktu itu ada tiga nama yang diproyeksikan jadi wakil Jokowi. Deddy, Sandiaga Uno, dan Ahok.

Menurut Ahok, belakangan Jokowi mencoret nama Sandiaga, pengusaha muda sekaligus politikus Gerindra. Dia tak tahu apa alasannya. Walhasil, tinggal tersisa dua nama: Deddy dan Ahok.
"Entah apa pertimbangannya, Jokowi enggak pernah cerita,” kata Ahok.

Ahok menduga, Jokowi memilih Deddy karena si ‘Naga Bonar’ lebih populer. Deddy bisa jadi mesin pencetak banyak suara. Tapi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak sepakat.

“Mungkin Ibu Mega enggak suka Deddy,” ujar Ahok.

Jokowi tak memprotes pilihan Megawati. Hari itu, 19 Maret 2012, sekira pukul 13.00 WIB, Ahok yang diusung Partai Gerindra dipanggil ke DPP PDI Perjuangan. Di sana sudah menunggu elite PDI Perjuangan dan Jokowi. Dua jam kemudian, Jokowi-Ahok mendaftar ke KPU.

“Makanya ukuran baju bukan ukuran saya. Akhirnya, kita beli baju kotak-kotak di pasar. Begitu kita pakai langsung ngetop. Ya sudah bajunya itu saja,” Ahok sambil menenggak air dari botol mineral.

Belakangan, setelah kerja bareng, Jokowi baru percaya pilihan Megawati tak meleset. Ahok ternyata pekerja keras. “(Tadinya) Jokowi pikir saya orang elite, enggak mau kerja,” kata Ahok.

Saat menerima pinangan Gerindra dan tawaran PDI Perjuangan sejatinya Ahok adalah politikus Partai Golkar. Bisa dimengerti partai beringin berang. Ahok terancam dipecat. Tapi, Ahok pantang surut, meski juga tak yakin bakal menang.

Ahok maju bermodal nekat dan tekad. Kantongnya tidak tebal. Tapi, nasib baik mengampiri Jokowi-Ahok. Mereka lolos putaran pertama dan jadi pemenang di putaran ke dua. “Saya pikir lumayan lah jadi Wagub.”

Target dia setelah terpilih adalah bekerja sebaik mungkin. Tujuannya satu: agar diajak lagi jika Jokowi nyalon lagi di 2017. Setelah itu, baru dia berancang-ancang jadi gubernur.

Namun, garis tangan Ahok berkata lain. Di tengah jalan, Jokowi maju dan memenangi pemilihan presiden. Otomatis, Ahok naik pangkat jadi DKI-1. Ahok, selain bekerja keras, kini juga serius mempersiapkan diri untuk mempertahankan jabatannya di 2017.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mungkin Tak Banyak Yang Tahu, Ternyata Ahok Bukan Pilihan Jokowi.