Berita Terupdate dan Terpercaya Yang Disajikan Dengan Lebih Menarik

Alasan Prabowo Berbesar Hati Kepada Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil.

BERITAVIRAL.ORG Menurut pandangan saya, saat ini tata krama dan konsensus sosial sudah hancur karena keserakahan, lupa diri dan tak tau diri.

Sekalipun, kita menganut demokrasi, kita pun harus mempertimbangkan situasi sosial, budaya dan psikologi di dalam masyarakat dalam membuat sebuah keputusan politik.

Tentu tidak tepat jika kita membeda-bedakan manusia berdasarkan kategori agama, karena semua agama pada prinsipnya menganut nilai ketuhanan dan keadilan.

Namun, di negara yang menjadi kandungan lahirnya demokrasi, seperti Inggris, pun realitasnya masih sangat kuat rasisme anti Islam yang berkembang di masyarakatnya, Inggris dan juga Amerika, pun tak berani menempatkan orang beragam Islam atau Hindu, untuk menjadi Perdana Menteri atau untuk memimpin mayoritas yang nasrani.
Iniliah realitas kehidupan yang harus kita terima, demi terus dan tetap tegaknya demokrasi dan keadilan tanpa dsikriminasi, kita pun harus mempertimbangkan situasi psikologis di masyarakat, agar jangan sampai keputusan yang diambil, memukul mundur demokrasi yang telah dicapai, memukul mundur kemerdekaan berkeyakinan yang telah dicapai.

Bangsa ini bisa pecah berantakan, jika kita hanya pertimbangkan aspek demokrasi semata dalam buat keputusan.

Ini sekedar masukan agar bangsa ini tetap kokoh di atas bhineka tunggal ika, bukan Bhineka Tanpa Tunggal Ika.

Kita jangan pernah berfikir sebuah bangsa itu bisa disulap dalam sekejap untuk mencapai kemajuan batiniah dan lahiriahnya.

Negara besar seperti Amerika bisa menjadi negara adikuasa dan adisakti, pernah melewati fase perang saudara selama 40 tahun, 200 tahun mereka membangun negaranya hingga menjadi seperti sekarang ini.

Jangan lah kita mau langsung menjadi kayak Amerika seperti saat ini, dengan menyulap, fim salabim, kita paksakan masyarakat untuk terima demokrasi seperti di barat. Bisa bubar ini negara. Itu orang Aceh dan Minang, apa mau dipimpin orang beda agama.

Bahkan di barat yang demokratis pun masih kuat yang namanya rasisme.

PYM Joko itu diobirtkan Prabowo untuk kasih kesempatan kepada generasi yg muda. Ridwan Kamil juga diorbitkan Prabowo. Ahok juga diorbitkan Prabowo sebagai pendamping Joko, agar menunjukan bangsa ini menghargai Bhineka Tunggal Ika. Langkah yang diambil Prabowo untuk kasih kesempatan Ahok jadi Wagubnya Jokowi saya kira adalah sebuah kebesaran hati dari Prabowo.

Tapi, jangan sampai dikasih hati, malah minta jantung. Dikasih hati malah ngelunjak.

Saya setuju aja, jika Ahok tetap Wagub DKI. Siapapun Gubernurnya tetap Ahok yang Wagub, untuk menghargai yang minoritas. Gubernurnya kasih aja yang mayoritas yang Islam, agar tata krama dan konsensus sosial itu tetap terjaga.

INI REALITAS SOSIAL YANG HARUS KITA TERIMA UNTUK MENJAGA KONSENSUS SOSIAL DAN TATA KRAMA BERMASYARAKAT !!

Jadi demokrasi pun harus tak melepaskan tata krama sosial dan konsensus sosial.

Jika konsensus dan tata krama sosial ini diganggu dan dirusak, maka jangan salahkan kelak, akan lahir gerakan rasisme yang lebih kuat lagi.

Jika tata krama sosial dan konsensus sosial sudah dicampakan, maka itu namanya BHINEKA TANPA TUNGGAL IKA, yang mengikat kita itu selain Pancasila dan UUD 1945 adalah konsensus sosial dan tata krama sosial.

Konstitusi di Amerika tak mengatur bahwa yang jadi presiden itu harus bergama Kristen. Tapi tata krama dan konsensus sosial untuk menjaga keutuhan negara, maka yang mayoritas yang Kristen yang memimpin negara, yang minoritas yang Islam dan Katolik tau diri, menerima realitas sosial.

YANG MAYORITAS TAK LUPA DIRI, YANG MINORITAS TAU DIRI.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Alasan Prabowo Berbesar Hati Kepada Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil.